Pelajaran Mulia dari Hikayat Museum Sumpah Pemuda

    Bulan Oktober baru beberapa pekan berlalu.Kita ingat,dahulu,pernah,politik bisa gemuruh mirip gempa laut sebagaimana yang terjadi dalam pemilihan Presiden Amerika,atau gonjang-ganjing pilkada di Jakarta yang memadati ruang publik seperti hari-hari ini,padahal pelaksanaannya masih Februari tahun depan.

    Maka,mengunjungi Museum Sumpah Pemuda di Jl.Kramat Raya No.106 Jakarta Pusat,bisa terasa menggetarkan hati dan pikiran hampir semua orang.Gedung yang memancarkan rasa ayem,seperti melihat oase di balik padang pasir kehidupan dunia yang keras,gedung yang sangat penting artinya bagi bangsa Indonesia ini adalah saksi bisu sejarah dari spirit para pemuda Indonesia.
    Dulunya,gedung ini adalah asrama (tempat indekos) para pelajar,kemudian bolak-balik berganti fungsi sebagai tempat latihan kesenian,diskusi politik,perkantoran,hotel,hingga toko bunga,sebelum kemudian dijadikan museum oleh Pemerintah DKI Jakarta pada jaman Bang Ali Sadikin menjabat gubernur.

    Sebagai tempat yang dipilih untuk pelaksanaan Konggres Pemuda II,yang kemudian menelorkan keputusan fenomenal yaitu tekad para pemuda untuk menjadi satu,kita jadi paham apa yang terpenting dari sana : redaksional Sumpah Pemuda yang pasti lebih tua dari usia republik ini.Di momen yang sama pula juga diperdengarkan lagu Indonesia Raya mahakarya Wage Rudolf Supratman lewat liukan biolanya yang legendaris untuk kali pertama.Tak ayal,gedung ini adalah pembangkit gairah komunitas multikultural yang harus dijaga agar hidup tidak menodai keluhuran semangat keberagaman,bahwa di dalam pluralitas pasti terdapat disparitas.

    Berbeda dengan politik di zaman ini,tahun 1928 Indonesia belum “jadi”,belum merupakan kenyataan sosio-politik dan kultural yang solid.Indonesia yang masih rapuh atau masih “in the making”.Dalam kondisi seperti itu,kata “harmoni”,”kesatuan”,atau “keutuhan” menjadi kiblat dan acuan hidup sosial sekaligus memiliki nuansa moral yang tak dapat diganggu gugat.
    Satu nusa,satu bangsa,satu bahasa,bukankah sudah selesai,tuntas,dan final sejak dulu? *

    *oleh : Taufik Chavifudin Anggota DPRD Kab. Kediri

    About the author /


    SUARA DEWAN XV/III/2017

    SUARA DEWAN XV/III/2017

    Kediri On The Spot

    Kontak Kami



    ALAMAT KANTOR : Jalan Soekarno-Hatta 1 Kediri

    Telp : (0354) 681862 - Fax : (0354)695883

    EMAIL :

    - setwan@kedirikab.go.id

    - setwandprdkabkediri@gmail.com

    - setwandprdkedirikab@yahoo.com


    November 2016
    MTWTFSS
    « Oct Dec »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930