Dewan Dorong Imunisasi Cegah Difteri Bisa Maksimal

    SETWAN – Adanya 1 orang penderita positif virus Difteri dari 9 orang yang terpapar menjadi perhatian serius kalangan DPRD Kabupaten Kediri. Selanjutnya dewan meminta agar Pemkab Kediri utamanya Dinas Kesehatan benar-benar memaksimalkan Outbreak Respons Immunization (ORI) ini untu usia 1 hingga 19 tahun.

    Dimaksudkan agar kesehatan kalangan muda di Kabupaten Kediri bisa dipertanggungjawabkan di masa depan.  Dewan meminta Pemkab Kediri benar-benar maksimal dalam penanggulangan cegah difteri dengan imunisasi. Hal ini mengacu pada surat Gubernur Jatim yang mengatakan Jatim kejadian luar biasa (KLB) karena difteri sejak 8 Januari.

    H.Mundhofir Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kediri menjelaskan, sesuai jumlah sasaran imunisasi mulai balita hingga pelajar SMA harus sesuai target. Tentunya bisa memastikan bahwa jumlah sasaran yang diimunisasi sesuai target dan tidak meleset. Karena dampak dari virus difteri berbahaya jika tidak segera tertolong.

    “ Harus kita cermati dengan baik dan tepat sasaran untuk imunisasi ini. Kita harapkan Pemkab Kediri benar-benar melakukan pantauan kemungkinan adanya tambahan baru yang terpapar difteri ini. Kegiatan ORI harus menjangkau sasaran dengan tepat. Gerakan imunisasi di awal Pebruari ke sekolah dan Taman Posyandu (Tapos) hal yang perlu diapresiasi.

    Politisi senior Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kediri menambahkan, imunisasi yang berkualitas dan tepat sasaran akan menghasilkan generasi sehat Kabupaten Kediri dimasa mendatang. Ratusan ribu yang akan diimunisasi harus tercapai sesuai target sasaran.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr Adi Laksono melalui Istianah S.Km, M.Kes Kasi Surveilans dan imunisasi mengatakan, anak usia 1 hingga 19 tahun yang mendapatkan imunisasi. Jumlah yang akan ikut imunisasi ini 427.851 orang dan golongan usia 1 hingga 19 tahun. Sedangkan kegiatan dilakukan sebanyak tiga kali.

    “Yang pertama Pebruari, pelaksanaan kedua bulan Juli dan ketiga bulan Desember. Perlunya pelajar mendapatkan imunisasi ini untuk memutus mata rantai difteri yang mengancam jiwa. Imunisasi dilakukan agar yang usia diatasnya tidak tertular difteri. Difteri merupakan endemia yang terus berkembang di semua tempat,” katanya.

    Untuk Kabupaten Kediri pada tahun 2017 lalu  tercatat 9 kasus. Satu positip dan delapan lainya terpapar.Kasus ini Difteri ini terjadi di Kras, Ringinrejo,Kandangan, Kandat,Plemahan dan Gampeng. Usia penderita diantara 2 hingga 30 tahun.  Sementara di tahun 2018 terdapat  10 kasus. Satu positip dan sembilan gejala.

    “ Difteri salah penyakit berbahaya dan perlu dihindari. Gejala difteri seperti nyeri telan, warna putih keperakan di pangkal lidah, demam, pilek,ngorok dan pembengkakan kelenjar betah bening. Sebaiknya hal ini segera dilakukan pencegahan dengan pergi ke Puskesmas atau dokter terdekat. Dimaksudkan agar tidak semakin parah,” imbuhnya.(tim)

     

    About the author /


    SUARA DEWAN XVII/III/2018

    SUARA DEWAN XVII/III/2018

    Kediri On The Spot

    Kontak Kami



    ALAMAT KANTOR : Jalan Soekarno-Hatta 1 Kediri

    Telp : (0354) 681862 - Fax : (0354)695883

    EMAIL :

    - setwan@kedirikab.go.id

    - setwandprdkabkediri@gmail.com

    - setwandprdkedirikab@yahoo.com


    February 2018
    MTWTFSS
    « Nov Mar »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728