Harapkan Dinkes Bisa Cegah Ibu Hamil Terpapar Hepatitis B

    SETWAN – Adanya ibu hamil di Kabupaten Kediri yang terpapar virus hepatitis B menjadi perhatian serius Komisi D DPRD Kabupaten Kediri. Karena jika dibiarkan akan lebih banyak, sekalipun jumlahnya hanya 103 ibu hamil dari 26.000 ibu hamil di Kabupaten Kediri di tahun 2019 ini.

    Mundhofir Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kediri berharap kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri bisa mencegah dengan melakukan penerangan dan sosialisasi pada warga khususnya ibu pasangan usia subur (PUS). Jika dibiarkan dan menular kepada bayi yang dikandungnya tentu akan membahayakan masa depan si bayi.

    Politisi senior Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kediri meminta kepada Dinkes semakin pro aktif mengkampanyekan cegah hepatitis B kepada warga. Terlebih kepada ibu hamil yang akan melahirkan bayinya dengan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sejak sebelum menikah.

    “Ada baiknya jika pasutri memeriksakan kondisinya ke bidan atau dokter untuk mengetahui kondisi sebenarnya. Sebab penularan hepatitis B disebabkan faktor hubungan seksual. Karenanya pasutri harus hati-hati menjaga keutuhan rumah tangga agar kondisi kesehatan keduanya bisa terjaga,” ujarnya.

    Seperti yang sudah diberitakan, 103 ibu hamil di Kabupaten Kediri dari 26.000 ibu hamil terpapar virus Hepatitis B. Meski kondisi seperti ini di katagorikan termasuk rendah karena jumlah penduduk di Kabupaten Kediri 1,5 juta. Virus ini menyerang ibu hamil dan diteruskan ke anak yang dikandungnya. Adapun proses penularan bisa melalui hubungan seksual.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr. Bambang Triyono Putro melalui Siti Nur Munawaroh Kabid Pencegahan Penyakit Menulat (P2M) Dinas Kabupaten Kediri menjelaskan, hepatitis B adalah peradangan organ hati karena adanya virus Hepatitis B. Hasil pemeriksaan secara umum virus ini di ibu hamil termasuk rendah.

    “Virus ini bisa menyerang siapa saja dan jika terjadi infeksi hepatitis B  dapat menetap dan bertahan dalam tubuh seseorang (menjadi kronis). Tergantung dari daya tahan tubuh masing-masing dan jumlah ini kita harapkan bisa berkurang dengan kesadaran pola hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

    Nur menambahkan, ibu hamil secara intens memeriksakan kehamilan ke bidan, puskesmas atau dokter kandungan. Ini penting untuk menghindari adanya penyakit yang menyerang ibu hamil utamanya hepatitis B. Sangat penting dilakukan agar kualitas kandungan bagus dan anak yang dilahirkan juga normal.

    “Adapun gejala hepatitis B adalah, demam, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, tidak nafsu makan, lemas. Perut kembung, diare, kulit dan bagian putih mata menguning dan urine berwarna gelap. Kalau sudah seperti ini ada baiknya segera periksakan ke bidan atau dokter terdekat untuk pencegahan yang lebih parah,” jelasnya.

    Hal ini disampaikan Nur Munawaroh dalam monitoring dan evaluasi (monev) pencegahan hepatitis B terhadap ibu hamil. Kegiatan ini digelar  bersama bidan dan perawat di Puskesmas di wilayah Kabupaten Kediri di ruang Jayabaya Pemkab Kediri. Peran bidan dan perawat penting dalam menyelamatkan ibu hamil agar tidak terpapar virus hepatitis B.(tim)

    About the author /


    SUARA DEWAN XVII/III/2018

    SUARA DEWAN XVII/III/2018

    Kediri On The Spot

    Kontak Kami



    ALAMAT KANTOR : Jalan Soekarno-Hatta 1 Kediri

    Telp : (0354) 681862 - Fax : (0354)695883

    EMAIL :

    - setwan@kedirikab.go.id

    - setwandprdkabkediri@gmail.com

    - setwandprdkedirikab@yahoo.com


    February 2020
    MTWTFSS
    « Aug  
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    242526272829