Kunjungan Menteri Pertanian Harus Diapresiasi

    Amran jamin ketersedian pangan Indonesia mencukupi

    SETWAN – Kunjungan menteri pertanian Amran Sulaiman harus memberikan semangat baru bagi Kabupaten Kediri. Karena adanya stok pangan yang mencukupi ini tentu harus bisa dimaknai sebagai sebuah kekuatan yang berkelanjutan di Kabupaten Kediri.Stok pangan mencukupi hingga tiga bulan setelah tahun baru perlu disikapi serius.

    H.Mundhofir Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kediri menjelaskan, stok pangan di Kabupaten Kediri dinilai sangat mencukupi hal ini karena panenan dan pasokan ke pasar juga cukup tinggi. Ketersediaan pangan di Indonesia sebagai salah satu konsep pangan nasional harus dimaknai sebagai sesuatu yang serius.

    “ 2,5  Juta ton stok pangan di Indonesia adalah yang luar biasa tingkat capaiannya. Karenanya kami juga mendorong Pemkab Kediri untuk membina petani sengan skil dan tehnologi tinggi memaksimalkan hasil tani di Kabupaten Kediri lebih baik. Karena selama ini hasil produk pertanian di Kabupaten Kediri bagian dari lumbung pertanian di Jawa Timur,” jelasnya.

    Amran Sulaiman mengatakan, capaian produk pertanian utamanya beras dari tahun ke tahun di Indonesia setiap tahunya meningkat 2,5 juta ton beras di tahun 2019 dengan jumlah penduduk 260 juta tahun 2019. Hal ini dikatagorikan sur plus terlebih saat ini musim kemarau namun masih ada pengadaan. Karenanya Kementerian Pertanian menyewa enam gudang di enam provinsi.

    Diantaranya Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Lampung Sulawesi Selatan dan Sumatera Selatan. Adapun kapasitas isi gudang mencapai 100.000 ton hingga 150.000 ton dan ini sesuai kebutuhan. Karena tidak boleh membiarkan beras petani tidak laku dan bulog harus beli.

    Ini bisa diartikan sangat mencukupi untuk warga Indonesia dengan stok beras yang ada.  Sementara Data dari kementerian pertanian menyebutkan pada saat Indonesia swasembada beras. 10 November 1984 Indonesia mendapatkan penghargaan Swasembada beras dari PBB.

    Yang dimaksud swasembada adalah import maksimal 10 persen dan saat itu Indonesia import 414.000 ton dan penduduk saat itu 100 juta lebih. Sedangkan 2019 jumlah penduduk 260 juta dan tidak ada impor dan produksi tinggi. Saat ini Indonesia tidak saja swasembada namun sudah berdaulat pangan.

    Karena semua produksi pangan dipenuhi dari dalam negeri dan ini bisa dilihat dari penuhnya gudang beras dan masih ada pengadaan berkelanjutan hingga akhir Desember 2019. Untuk memajukan pertanian saat ini kementerian pertanian membangun embung, sumber air dan tidak membuang air hujan mengalir ke lautan tanpa dimanfaatkan.

    Hal ini disampaikan Amran Sulaiman saat memantau kondisi beras di gudang bulog di Desa Maron Kecamatan Banyakan. Dikatakan kalau dulu stok kurang harga naik dan saat ini stok banyak harga tidak boleh naik. Beras masih banyak meski di musim kemarau, karena yang masuk adalah berlebih dan tidak ada import.

    “Sementara optimalisasi pertanian di luar pulau jawa utamanya rawa saat ini ada 10 juta hektar dan saat ini 500.000 hektar yang dikerjakan. Hal ini dibangun bersama TNI dan Polri akan memberi makan 1 milliar orang dan sudah dirancang untuk 10 hingga 20 tahun mendatang untuk penduduk Indonesia” jelasnya.

    Untuk pangan di Indonesia lahan keluasannya 7 juta hektar dan tanam 1,8 juta hektar. Sementara 10 juta hektar dan jika embung jadi dan lahan rawa tiga kali pengairan. Evaluasi hasil pertanian rawa cukup memadai dengan memberikan kualitas bibit. Bibit daerah irigasi jawa tidak cocok untuk pertanian di rawa.

    “Kita ciptakan bibit pertanian yang cocok dengan rawa seperti Ivara 2 dan Ivara 3. Selanjutnya pirit atau asam dengan PH 3 dengan management sirkulasi air. Di rawa sebelumnya panen 6 bulan sekali dan bisa dijadikan tiga bulan sekali dan produksi rata-rata 6 ton hingga 8 ton per hektar. Jika biasa tanam sekali jadi tiga kali,” lanjutnya.

    Yang akan digarap adalah Kalsel, Sulsel, Lampung dan Jambi. Semua pengerjaanya harus berteknologi dan digemari kalangan petani milenial. Majunya produksi pertanian utamanya beras ini karena modernisasi di bidang pertanian secara total sehingga capaian produk pertanian bisa berkembang. Kebijakan keuangan harus tepat dan sesuai peruntukkannya.

    “Kebijakan revolusi pertanian harus dilakukan dan tidak ada kompromi bagi yang menghambat pertanian. Mafia pertanian kita pidanakan dengan hukuman maksimal. Peran Babinsa dan Babinkamtibmas  dalam pertanian menjadikan ketahanan pangan khususnya beras semakin kuat. Ini hal yang serius dan ditindak lanjuti,” ujarnya.

    Sementara Kolonel Inf Bambang Sudarmanto Staf Ahli Panglima Kodam V Brawijaya bidang ekonomi mengatakan peran TNI dan Polri dalam menunjang kekuatan ketahanan pangan dimulai dari desa dengan mengajak TNI dan Polri bersama petani membangun pertanian modern dan penjualan hasil pertanian hingga bulog dalam kawalan petugas.

    “Ini sangat penting untuk petani dan hasil pertanian capaian maksimal dan hasil pertanian tidak dibeli oleh tengkulak dengan harga seenaknya. Kita serius meningkatkan kualitas hasil pertanian dengan capaian meningkat setiap tahunya,” ujar mantan Dandim 0809 Kediri .(tim)

    About the author /


    SUARA DEWAN XVII/III/2018

    SUARA DEWAN XVII/III/2018

    Kediri On The Spot

    Kontak Kami



    ALAMAT KANTOR : Jalan Soekarno-Hatta 1 Kediri

    Telp : (0354) 681862 - Fax : (0354)695883

    EMAIL :

    - setwan@kedirikab.go.id

    - setwandprdkabkediri@gmail.com

    - setwandprdkedirikab@yahoo.com


    February 2020
    MTWTFSS
    « Aug  
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    242526272829