Pengendalian Cegah Ulat Grayak Harus Maksimal

    SETWAN – Ulat grayak yang menyerang tanaman jagung ini  penyebaranya sangat cepat. Saat ini di seluruh kecamatan di Kabupaten Kediri ulat grayak ini sudah meluas dan terkait hal ini komisi D DPRD Kabupaten Kediri berharap kepada, petugas Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri mengantisipasi meluasnya ulat grayak yang menyerang jagung.

    H.Mundhofir Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kediri meminta kepada petugas lapangan bersama-sama petani memaksimalkan pemberantasan ulat grayak. Dengan harapan petani tidak merugi dengan hasil tanaman yang ditanam berupa jagung dan tanaman lainya yang diserang ulat grayak.

    “Kami berharap kepada Dispertabun benar-benar mengajak petani bisa mencegah meluasnya ulat grayak di wilayah Kabupaten Kediri.Dengan maksud agar petani tidak merugi terus menerus saat kondisi sedang kemarau panjang dan ulat grayak begitu cepat menyebar saat ini,” jelasnya.

    Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kediri ini meminta kepada petani harus benar-benar memahami apa yang disampaikan petugas PPL Dispertabun Kabupaten Kediri. Terkait pola tanam, pilih benih dan pemupukan. Sehingga nantinya bisa diandalkan hasil panenan karena kualitas benih bagus dan cara pengelolaan yang benar.

    Serangan ulat Grayak di  Desa Ngasem yang luas tanaman jagung 5 hektar dan luas serangan 0,5 hektar. Sedangkan di Desa Sumberjo Ngasem luas tananam jagung 13 hektar dengan serangan 0,5 hektar. Untuk Grandal ini melibatkan 24 PPL dan 41 petani. Petani dan PPL melakukan pembasmian dalam beberapa hari kedepan.

    Gerakan pengendalian ini dilakukan di pagi hari agar penyebaran ulat tidak cepat meluas. Karena angin sangat mudah membawa virus ulat grayak ke dedaunan jagung. Karenanya untuk penyemprotan harus dilakukan pagi hari dan dalam waktu empat jam. Penyemprotan dilakukan dibalik daun dan bukan diatas daun jagung.

    Anang Widodo Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri melalui Ir. Triretnani Yeni Astuti, MM. Kabid Pengelolaan Pangan Disperta  mengatakan, penangannya dengan semprot dan bisa dibantu oleh Dispertabun Kabupaten Kediri. Namun harus ada rekomendasi dari PPL setempat.

    “Jenis ulat ini terbilang lebih ganas dari ulat grayak sebelumnya karena yang jenis ini adalah mutasi gen. Kondisi cuaca seperti ini bisa mempercepat penyebaran dan waktu semalam bisa habis satu batang jagung, ulat grayak berada di pucuk daun yang utama awal tanam yang harus diperhatikan dan  disemprotnya ulat grayak saat masih berkabut karena ulat grayak dan sejenisnya masih lekat,” jelasnya.

    Ditambahkan Yeni, penyebaranya dari India yang menempel di benih jagung dan penyebaran awal di Indonesia di Jawa Barat, ketika ada informasi tersebut kita sudah antisipasi dan ternyata sempat lolos hingga Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun kita sudah antisipasi cegah tangkal agar tidak meluas.

    “Awal masa tanam harus ada asupan treatmen dengan tujuan untuk menguatkan akar yang berpengaruh pada kekuatan seluruh tanaman jagung yang ditanam. Karenanya perlu pola tanam yang benar dan ikuti arahan dari PPL sehingga bisa hasil tanaman berkualitas,” imbuhnya. (tim)

    About the author /


    SUARA DEWAN XVII/III/2018

    SUARA DEWAN XVII/III/2018

    Kediri On The Spot

    Kontak Kami



    ALAMAT KANTOR : Jalan Soekarno-Hatta 1 Kediri

    Telp : (0354) 681862 - Fax : (0354)695883

    EMAIL :

    - setwan@kedirikab.go.id

    - setwandprdkabkediri@gmail.com

    - setwandprdkedirikab@yahoo.com


    February 2020
    MTWTFSS
    « Aug  
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    242526272829