Dewan MintaTemuan Benda Budaya Dijadikan Edukasi

    SETWAN – Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri mengapresiasi penemuan cagar budaya di kabupaten Kediri yang bisa dijadikan edukasi cagar budaya untuk semua lapisan masyarakat.Karena mengandung sejarah besar keberadaan Kabupaten Kediri pada masa silam. Bagi siswa penemuan ini juga perlu diketahui.

    Malah hingga saat ini  warga Dusun Besuk Desa Toyoresmi Kecamatan Ngasem hingga saat ini masih memperbincangkan adanya temuan Sumur Purbakala atau Jubong Sumur. Lokasi penemuan ini berada di dalam sungai di Utara SMP Negeri I Ngasem. Saat inipun beberapa warga setempat yang penasaran dengan penemuan sumur mendatangi lokasi.

    Sumur ini diduga peninggalan abad 14 saat kerajaan Majapahit dan petugas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri memastikan ada tiga sumur lagi di Dusun Besuk. Untuk diameter 70 cm dan kedalaman 160 cm dan bahan sumur terbuat dari tembikar dan Disparbud menilai sebagai Obyek Diduga Cagar Budaya (ODCB).

    H.Mundhofir Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri meminta Disparbud Kabupaten Kediri tetap berkoordinasi dengan arkeolog untuk melakukan penelitian dan penyelidikan adanya temuan sumur purba ini. Diusahakan lokasinya tetap dijaga agar keaslian bentuk cagar budaya ini tetap utuh.

    “Kami mendorong Disparbud Kabupaten Kediri melakukan penyelidikan ke lokasi tersebut secara intens dan total. Ini bisa dijadikan bahan belajar ke siswa dan warga yang ingin tahu keberadaan Kabupaten Kediri diabad14. Banyak temuan situs budaya purba di Kabupaten Kediri yang bisa dilestarikan,” katanya.

    Adi Suwignyo Kepala Disparbud Kabupaten Kediri melalui Yuli Murwantoko Kabid Sejarah dan Purbakala Disparbud Kabupaten Kediri mengatakan sejauh ini masih dalam pantauan petugas Disparbud dan ketika diselami didapati barang temuan seperti potongan tulang hewan dan gerabah pada masa tersebut.

    “Kita masih dalami untuk Jubong Sumor sebagai ODCB di Kabupaten Kediri. Selanjutnya kita akan kunsultasikan dengan Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Mojokerto untuk memastikan penemuan Jubong Sumor ini.  Data akan kami sampaikan ke BPCB dan kemungkinan tindak lanjutnya,” ujarnya.

    Ditambahkan Yuli, untuk eskavasi tidak memungkinkan karena jika dipindah bahan jubong akan pecah dan sementara tetap di lokasi dan akan diberi pembatas agar tidak rusak. Karena selama ini jika ada temuan benda purbakala akan menjadi perhatian warga dan saat ini masih Pandemi Covid 19.

    “Jubong Sumur pada masa abad 14 ini difungsikan untuk pengairan sawah warga dan warga biasa menyebutnya belik. Jika air sungai tidak mengalir lagi, jubong sumur tetap mengeluarkan air yang bening dan bisa digunakan untuk keperluan warga.Di abad 14 tersebut sungai disekitar Jubong Sumur dipakai cuci dan mandi,” ujarnya.

    Yuli berharap adanya temuan Jubong Sumur ini bisa mengedukasi masyarakat terkait sejarah dan perbakala Kabupaten Kediri. Utamanya untuk kalangan milenial yang harus paham dengan sejarah dan peradaban sejarah Kabupaten Kediri yang memiliki nilaisejarah tinggi sejak berabad abad lalu.

    Sementara Nyamat (40) tokoh masyarakat Dusun Besuk mengatakan tentu temuan benda purbakala di dusunnya akan semakin dikenal di Indonesia. “Jubong Sumur ini memiliki nilai sejarah dan purbakala yang linuwih dan perlu dilestarikan dan bisa menjadi pembelajaran untuk pelajar,” katanya.(Tim)

    About the author /


    SUARA DEWAN XVII/III/2018

    SUARA DEWAN XVII/III/2018

    Kediri On The Spot

    Kontak Kami



    ALAMAT KANTOR : Jalan Soekarno-Hatta 1 Kediri

    Telp : (0354) 681862 - Fax : (0354)695883

    EMAIL :

    - setwan@kedirikab.go.id

    - setwandprdkabkediri@gmail.com

    - setwandprdkedirikab@yahoo.com


    October 2020
    MTWTFSS
    « Feb  
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031