Apresiasi Eskavasi Situs Adan-Adan dan Tondo Wongso

    SETWAN – Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Kediri, Juni mendatang berencana eskavasi situs Adan-Adan di Desa Adan-Adan Kecamatan Gurah.  Hal inilah yang disikapi serius Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri yang menilai rencana eskavasi tersebut sebagai sebuah peristiwa budaya besar di Indonesia dari Kabupaten Kediri.

    Komisi IV berharap Disparbud Kabupaten Kediri tetap berkoordinasi dengan Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur untuk kelanjutan eskavasi situs besar ini. Terlebih di dua situs besar ini pemerintah pusat akan menjadikanya sebagai rumah peradaban secara nasional.Dengan maksud agar anak-anak melenial saat ini bisa memahami sejarah Kabupaten Kediri.

    Mundhofir Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri berharap Tim BPCB dan Disparbud  melakukan upaya eskvasi dengan tujuan pelestarian aset budaya tinggi tak ternilai.Ini upaya membedah dan mengetahui keberadaan dua situs. Situs Adan-Adan  dan Situs Tondo Wongso ada di abad IX pada masa Mataram Kuno di Kediri.

    “ Ini hal yang perlu dicatat oleh kalangan milenial dan warga Kabupaten Kediri, dua yang berbeda dan penting diperhatikan adalah Situs Tondo Wongso merupakan agama Budha dan Situs Adan-Adan beraliran agama Hindu namun keduanya bisa hidup berdampingan pada masa tersebut. Ini merupakan simbol kerukunan toleransi yang terjaga hingga sekarang,” ujarnya.

    Politisi senior Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kediri ini berharap eskavasi ini bisa terlaksana dengan baik. Jika terbukti dan serius dilakukan Disparbud,Arkenas dan BPCB Jawa Timur tentu akan menjadi sejarah budaya besar dan perlu dikembangkan untuk wisata budaya.

    Adi Suwignyo Kepala Disparbud Kabupaten Kediri melalui Yuli Muwantoko Kasi Sejarah dan Purbakala Disparbud Kabupaten Kediri menyatakan kesiapanya untuk melakukan eskavasi situs Adan-Adan dan Situs Tondo Wongso. Kedua situs penting ini akan dijadikan rumah peradapan oleh pemerintah pusat.

    Yuli menambahkan dalam eskavasi besar di tahun ini, Disparbud Kabupaten Kediri tidak saja dengan BPCB Jawa Timur namun melibatkan Arkeologi Nasional (Arkenas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan(Kemendikbud) RI. Karena sejarah besar ini sangat penting untuk edukasi kalangan milenial saat ini agar paham sejarah Kabupaten Kediri.

    “Arkenaslah yang akan membuka situs Adan-Adan dan membutuhkan alat berat untuk eskavasi. Keluasan situs Adan-Adan ini mencapai 1 kilometer yang terdiri candi induk,kubus dan kotak. Jika  pembiayaan memadai akan dibuka semua dengan maksud bisa diketahui anak-anak untuk edukasi pembelajaran di sekolah,” ujarnya.

    Ditambahkan Yuli, di situs Adan-Adan juga ditemukan Patirtanya dan berada di Desa Semanding Kecamatan Gurah dan cukup luas. Situs Adan-Adan dan Tondo Wongso menjadi perhatian nasional karena dua kepercayaan yang berbeda bisa hidup rukun dan berdampingan. Hal ini menurut Yuli perlu dipahami oleh generasi milenial saat ini.

    “Sedangkan kepala arca dari situs Adan-Adan ataupun penemuan benda diduga cagar budaya (BDCB) yang ditemukan di Kabupaten Kediri kita simpan di Muserum Bhagawanta Bhari Pemkab Kediri. Ini upaya penyelamatan benda budaya agar tetap terpelihara dengan baik dan bisa diketahui oleh warga Kabupaten Kediri,” imbuhnya.(tim)

    About the author /


    SUARA DEWAN XVII/III/2018

    SUARA DEWAN XVII/III/2018

    Kediri On The Spot

    Kontak Kami



    ALAMAT KANTOR : Jalan Soekarno-Hatta 1 Kediri

    Telp : (0354) 681862 - Fax : (0354)695883

    EMAIL :

    - setwan@kedirikab.go.id

    - setwandprdkabkediri@gmail.com

    - setwandprdkedirikab@yahoo.com


    May 2021
    MTWTFSS
    « Feb  
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31