SETWAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Kediri, minggu ini maksimalkan normalisasi dua sungai besar di wilayah barat Kabupaten Kediri. Masing-masing sungai Kolokoso sepanjang 6 kilometer dan Sungai Bendo Krosok sejauh 4 kilometer. Normalisasi dua sungai disikapi serius Komisi III DPRD Kabupaten Kediri.
Antox Prapungka Jaya Ketua Komisi III menilai dua sungai ini jika musim hujan tiba sering meluap dan masuk ke sawah dan perkampungan. Malah air yangmeluap tersebut menggenangi ratusan hektar sawah warga Tarokan, perkampungan dan SMP Negeri I Tarokan.
Karenanya Antox berharap normalisasi sungai di wilayah barat Kabupaten Kediri ini dikebut dan bisa selesai sebelum puncak musim hujan tiba. Sama halnya sungai Kolokoso, sungai Bendomongal dan Bendokrosok juga dilakukan normalisasi sungai agar tanggul tidak jebol dan tidak menggenangi sawah dan perkampungan.
“Komisi III berharap agar normalisasi tiga sungai ini bisa dipercepat dan bisa selesai sebelum puncak musim hujan. Dengan maksud saat air mengalir bisa lancar dan tidak terhambat karena pendangkalan dan penyempitan badan sungai. Masyarakat hendaknya tidak membuang sampah ke sungai,” jelasnya.
Politisi Partai Nasdem Kabupaten Kediri, hendaknya Pemkab Kediri benar-benar memperhatikan kondisi wilayah secara umum saat kondisi puncak musim hujan. Jika potensi hujan deras seringkali air mengalir di sungai-sungai di Kabupaten Kediri deras dan jika tidak dinormalisasi pasti banjir.
Irwan Chandra Kepala PUPR Kabupaten Kediri menjelaskan, dua alat berat disiagakan untuk normalisasi sungai besar tersebut. Sungai Kolokoso ini melintas di dua wilayah masing-masing Grogol dan Tarokan.
“Sedangkan Bendo Mongal melintas di Banyakan dan Grogol. Sebelum musim hujan penuh tiba, normalisasi dua sungai tersebut harus selesai di akhir September ini. Dua sungai tersebut banyak sampah dan sering menyumbat air yang mengalir,” ujarnya.
Ditambahkan Irwan, normalisasi sungai ini tidak hanya sampah yang diangkat dan dibuang ke pembuangan sampah.Namun juga karena terjadinya pendangkalan dan penyempitan badan sungai. “Sungai kolokoso ini jika musim hujan air melompat tanggul dan merendam sawah,perkampungan dan SMP N I Tarokan,” jelasnya.(tim)